Artikel Dari Perempuan untuk Perempuan

 


Karya : Disma Olivia
Catatan ini untuk seluruh perempuan baik sebagai anak, menantu, istri, ibu, saudara, dan warga negara lainnya yang memilih berkarya dan bekerja diluar rumah dengan rasa sukarela sepenuh hatinya. Perempuan yang memilih bergabung lewat berbagai bidang dan cara dan tidak banyak dari mereka pernah mengalami hambatan bahkan celaan dari lingkunganya. Kita sebagai perempuan sekedar membuat pilihan saja sudah sangat menantang, karna sering dihantui dengan perasaan bersalah walaupun untuk tujuan yang mulia.

Banyak perempuan yang cemas atas kemampuannya dan menganggap rendah dirinya sendiri, karna untuk menjadi sukses dan disukai banyak orang bukanlah hal yang biasa bagi perempuan, justru kadang sering bertolak belakang dengan mereka. Kenyataan di sekelilingnya yang menunjukkan terkadang ambisi yang dimiliki bertentangan dengan tradisi. Perempuan yang mengupayakan posisi sering dianggap hanya memikirkan diri sendiri dan bagi mereka yang berani menujukkan diri  justru malah dihindari. Bahkan saat sudah berhasil dan sukses membawa manfaat bagi orang banyak masih ada saja cibiran yang datang.

Menjadi berhasil bagi seorang perempuanpun masih bisa saja memicu hal yang negatif, yang dianggap begini begitu dan diomongin macam - macam. Masih banyak yang harus kita perbaiki, jadi mari kita awali dari dirisendiri, karna tidak ada yang lebih tau dibandingkan diri kita sendiri. Harga diri kita tidak ditentukan oleh orang lain melainkan berasal dari pengenalan atas diri sendiri atau kekuatan dan kekurangan diri sendiri. Hal yang terpenting kita paham apa yang ingin kita kejar atau gapai.

Kepercayaan diri merupakan salah satu cara mengetahui  impian kita masing - masing. Mereka yang gagal tidak akan punya kesempatan untuk menilai orang lain bahkan sampai menghakimi sesama perempuan. Mereka yang seharusnya saling bergandengan tangan bukan malah saling menjatuhkan, tapi mungkin mereka melihat hidup merupakan sebuah ajang kompetisi karna perempuan punya keterbatasan ruang yang didominasi laki-laki. Jadi tanpa disadari kita merasa khawatir dan cemas akan segalanya yang tidak pernah cukup untuk diri kita sendiri, sehingga siapapun bisa dianggap sebagai ancaman.

Ada fenomena yang disebut dengan "Queen Bee Syndrom" dan penelitian menggungkapkan sekitar 58%  perundung di berbagai tempat adalah perempuan dan hampir 90% dari mereka memilih perempuan lainnya untuk dijadikan korban. Padahal menjadi perempuan positif bukan berarti kita lemah dan mendukung mereka yang berhasil bukan berarti kita mengakui kegagalan. Kuncinya hanya yakin bahwa kesuksesan tidak perlu diperebutkan.

Kita perempuan juga sudah terbiasa bekerja lebih keras dibandingkan para pria, karna perempuan biasanya lebih rajin, lebih tekun, dan lebih konsisten. Pintu yang sering terbuka untuk para laki-laki itu biasanya justru masih harus di ketuk atau didobrak oleh orang lain. Jadi mari membangun lingkaran kekuatan antar perempuan, lingkaran untuk berbagi pikiran dan perasaan dan meningkatkan keberanian. Percayalah kita tidak pernah sendirian jika mau membangun lingkaran.

Komentar